Selasa, 17 November 2020

Review Jurnal Tentang Kecerdan Buatan(Sistem Pakar)

 

REVIEW JURNAL

 

Judul : SISTEM PAKAR PENDETEKSI KERUSAKAN LAPTOP/PC DENGAN PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN PHP


Publikasi     : Jurnal Informatika, Manajemen dan Komputer

ISSN           : eISSN 1979-0694

                      pISSN 1979-0694

Volume       : Vol.9 No.2

Tahun         : 2017 Desember

Penulis       : Hasanah, Ridarmin, Sukri Adrianto

Reviwer     : Muhammad Taufiq Rasyid

Tanggal      :17 November 2020

 

 

Latar Belakang : Pada Bagian Ini Penulis Menjelaskan Bagaimana Kemajuan berkembang dengan sangat pesat, teknologi sudah memberi pengaruh yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dimana hampir seluruh kegiatan yang dilakukan tidak terlepas dari teknologi khususnya teknologi komputer. Dengan pesatnya perkembangan teknologi komputer para penemu dan pengembang komputer telah mencari berbagai cara untuk memudahkan user dalam menggunakannya, salah satunya adalah laptop/PC.

Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mendeteksi sumber kerusakan laptop/PC dan melakukan perbaikan tepat sasaran, tetapi aplikasi ini tidak dibuat secara sembarangan tetapi dengan meminta saran langsung dari pakarnya. penelitian ini juga bertujuan untuk membantu user melakukan penanganan yang tepat dalam mendeteksi kerusakan hardware laptop/PC.

Metode Penelitian : Metode yang di pakai dari penelitian ini Adalah Metode Forward Chaining, dimana hal pertama yang harus dilakukan yaitu Mengidentifikasi masalah yang terjadi diantaranya, besarnya rasa ingin tahu user untuk memperbaiki laptop/PC yang dimilikinya secara mandiri, serta kurangnya pengetahuan user tentang masalah kerusakan yang terjadi sehingga membuat proses perbaikan menjadi lambat. Setelah menemukan sumber masalah, langkah selanjutnya adalah menganalisa masalah untuk mencari penyelesaian permasalahan.

setelah menganalisa masalah maka akan didapat tujuan dari diadakannya penelitian. Setelah tujuan penelitian diperoleh maka dilakukan pembelajaran literatur dari berbagai sumber. Kemudian dilakukan pengumpulan data dari berbagai sumber buku-buku maupun jurnal-jurnal untuk mepelajari metode- metode yang dibutuhkan. menganalisa metode yang digunakan yaitu metode forward chaining. berdasarkan berbagai sumber yang sudah diperoleh. Setelah mempelajari metode yang digunakan kemudian dilakukan perancangan sistem untuk pembuatan aplikasi. Setelah aplikasi dibuat maka dilakukan implementasi sistem pada tempat yang telah ditentukan.

Pembahasan : Pada Bagian ini Penulis Menjelaskan bahwa User dapat mengakses aplikasi sistem pakar secara offline. Setelah dapat mengakses user dapat menginput gejala-gejala kerusakan Laptop/Pc, Selanjutnya dari data gejala yang telah diinput tamu user dapat mengetahui jenis kerusakan pada Laptop/PC, Pakar menginputkan gejala-gejala, jenis kerusakan, dan solusi melalui aplikasi sistem pakar danPakar dapat mengetahui setiap pengunjung aplikasi sistem pakar, serta kerusakan yang dialami user.

Kelebihan Jurnal : Jurnal ini mempunyai kelebihan yaitu data yang di simpan terdapat pada database dengan menggunakan MySQL sebagai software dan juga mengunakan Bahasa pemrograman PHP yang dimana Pemrosesan datanya dilakukan di Server.

Saran Dari Reviewer : Sebaiknya aplikasi ini menyediakan fitur live chat yang dimana user/konsultan bisa langsung berkonsultasi dengan admin/pakar secara online tanpa harus datang ke tempat perbaikan.

Kesimpulan Dari Reviewer : Dengan menggunakan aplikasi sistem pakar khususnya aplikasi pendeteksi kerusakan laptop/PC, dapat mempermudah masyarakat dalam memperbaiki kerusakan pada perangkat komputer mereka.

Daftar Pustaka : http://ejournal.stmikdumai.ac.id/index.php/path/article/download/103/41


Nama : Muhammad Taufiq Rasyid

NPM : 14118981

Kelas : 3KA04 


Rabu, 21 Oktober 2020

Pengertian, Tujuan dan Manfaat Sistem Pakar di Berbagai Bidang

 Pengantar Teknologi Sistem Cerdas

(Sistem Pakar)





Nama : Muhammad Taufiq Rasyid (14118981)
Kelas : 3KA04


Halo Teman-teman, kembali dengan mata kuliah Pengantar Teknologi Sistem Cerdas. Kali ini Saya akan membahas tentang Pengertian, tujuan dan manfaat dari sistem pakar besarta dengan kegunaanya pada berbagai bidang. 

Silahkan simak vidio yang telah saya buat untuk membahasnya.






Terima Kasih
SEMOGA BERMANFAAT :)

Selasa, 06 Oktober 2020

Pengertian, Sejarah dan Contoh Dari Teknologi Sistem Cerdas

 PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM CERDAS


Nama : Muhammad Taufiq Rasyid
NPM : 14118981
Kelas : 3KA04

Kali ini Saya akan menjawab point-point mengenai Sistem Cerdas Atau AI !

  1. Jelaskan pengertian dari teknologi system cerdas menurut para ahli
  2. Jelaskan  pengertian Artificial Intelegence (AI) / kecerdasan buatan menurut para ahli
  3. Jelaskan perbedaan intelegansi / kecerdasan buatan & alami
  4. Jelaskan sejarah tentang intelegensi / kecerdasan buatan
  5. Berikan beberap contoh dari teknologi system cerdas
  6. Berilah kesimpulan dengan Bahasa kalian sendiri


                          



Semoga bermanfaat :)


Senin, 29 Juni 2020

Pengimplementasian COBIT Pada Sistem Perusahaan

Nama  : Muhammad Taufiq Rasyid
NPM   : 14118981
Kelas  : 2KA04



Pengimplementasian COBIT Pada Sistem Perusahaan


Pengertian COBIT 

      COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan model tata kelola TI yang terdiri dari kumpulan proses-proses praktek terbaik TI, yang dapat diimplementasikan di semua level organisasi/perusahaan untuk memperbaiki tata kelola dan manajemen TI. Kerangka kerja ini merupakan alat yang komprehensif untuk menciptakan adanya tata kelola TI di organisasi dengan mempertemukan kebutuhan beragam manajemen dengan menjembatani celah antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan masalah-masalah teknis TI. COBIT menyediakan referensi praktek bisnis terbaik yang mencakup keseluruhan proses bisnis organisasi dan memaparkannya dalam struktur aktivitas-aktivitas logis yang dapat dikelola dan dikendalikan secara efektif.



Salah satu keberhasilan Perusahaan dalam penerapan COBIT :

   J&T merupakan Salah satu perusahaan layanan pengiriman ekspres berdasarkan pengembangan dari Sistem IT Yang Menerapkan COBIT. J&T Melayani pengiriman ke seluruh pedalaman kota, domestik dan internasional termasuk bisnis e-commerce dengan Konsep dasar kerangka kerja COBIT, yaitu penentuan kendali TI berdasarkan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung tujuan bisnis dan informasi yang dihasilkan dari gabungan penerapan proses TI dan sumber daya terkait. 

Menyediakan layanan pengambilan barang dan mengantar dengan cepat ke konsumen, pada waktu yang bersamaan  juga mendukung perkembangan bisnis e-commerce. Di Titik ini mulai fokus di pasar Indonesia dan secara bertahap akan berkembang di negara Asia Tenggara. dengan menerapkan COBIT, J&T Ekspres mengoptimalkan rute dan menekan biaya transportasi untuk menyediakan efisiensi, waktu dan keamanan servis untuk para konsumen, Jaringan yang luas dari J&T untuk melayanin seluruh Indonesia.














Jumat, 01 Mei 2020

Kegunaan matriks pada Manajemen Layanan Informasi dan sample data tabel matriks.

Nama : Muhammad Taufiq Rasyid
NPM : 14118981
Kelas : 2KA04

Kegunaan matriks pada Manajemen Layanan Informasi dan berikan sample data tabel matriks.

METRICS

        Metrik hanyalah istilah lain untuk ukuran. Dalam IT, metrik berarti hal-hal tertentu untuk orang yang berbeda. penting untuk diingat menggunakan metrik. Cukup mengukur sesuatu demi hal itu mahal dan tidak ada gunanya. Metrik sendiri bukan tujuan. Metrik adalah bagian penting dari Sistem Manajemen yang mengarahkan dan mengendalikan IT dalam arah yang diinginkan. Seperti yang akan kita lihat, Metrik harus dirancang sesuai dengan pelanggan persyaratan, mereka harus diperbandingkan untuk memastikan bahwa mereka dapat dicapai dan mereka harus dipantau untuk memastikan bahwa mereka tetap dalam ambang yang diinginkan dengan tindakan diambil untuk mengoreksi apa pun masalah. Mereka juga adalah target dari Program Peningkatan Layanan Berkelanjutan, karena proses dan layanan terus ditingkatkan, demikian pula metrik yang mengukurnya. Penting untuk memahami apa tujuan bisnis dan akhirnya mengatur itu semua pengukuran, pemantauan dan kontrol diselaraskan untuk mencapai tujuan-tujuan ini.


TABEL IDENTIFIKASI RESIKO

     Analisis Risiko Proses ini mencakup cara melihat potensial terjadinya seberapa besar severity (kerusakan) dan probabilitas terjadinya risiko tersebut (like hood). Penentuan probabilitas terjadinya suatu event sangatlah subyektif dan lebih berdasarkan nalar dan pengalaman. Data penilaian menggunakan teknik wawancara dengan pihak terkait yang berhubungan langsung dengan sistem terintegrasi iGracias. Risk Assessment dengan metode kualitatif dinyatakan dengan hubungan antara dampak yang ditimbulkan oleh suatu hazard (qonsequence) dengan kemungkinan kejadian hazard di masa yang akan datang (likelihood), yang ditampilkan dalam sebuah Risk Matrix atau Risk Ranking. Indikator consequence diekspresikan dengan istilah kualitatif seperti low, moderate, high dan extreme, sedangkan likelihood diekspresikan dengan istilah unlikely, possible, likely, dan very likely. 

Consequence

Consequence merupakan dampak dari suatu hazard diekspresikan dalam beberapa aspek risiko seperti kemungkinan kehilangan/kerugian (potential loss) atau ketidakpastian/kemungkinan kejadian pada periode tertentu. 


Likelihood
Likelihood dinyatakan dalam kemungkinan kejadian di masa yang akan datang, dan scoring, kemudian dikategorikan dalam rare, unlikely, possible, probable, dan high probable.





Risk Matrix
Kemudian tahap berikutnya adalah membuat Risk Matrix dengan memetakan likelihood dan juga qonsequence dengan range score yang disepakati. Seperti gambar di samping!

Vl = Very Low
L = Low

M = Medium
H = High
Vh = Very High

Evaluasi Risiko Tujuan dari evaluasi risiko adalah membantu proses pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis risiko. Untuk menentukan peringkat risiko diperlukan matriks yang berisi kombinasi kemungkinan dan dampak. Dengan tetap menggunakan data dari tabel sebelumnya maka dilakukan penampilan pemetaan matrik risiko dalam.


Dari hasil pemetaan pada Tabel di atas diperoleh nilai risiko paling tinggi adalah untuk server down dan database down. Diluar itu tersebar dalam skala lebih rendah.




Penanganan Resiko
Penanganan Resiko Dalam uraian sebelumnya penanganan risiko dilakukan dengan beberapa cara, dalam penelitian ini penulis memfokuskan pada risiko yang memiliki level Very High Penanganan risiko difokuskan pada risiko-risiko yang berada pada Level Very High yaitu Database Server Down, Server Down dan Network Down.


- Database server down berdampak pada seluruh layanan iGracias yang tidak dapat berjalan/diakses.


- Application server down, server aplikasi dan database di dalam sistem iGracias dibuat terpisah, sehingga saat aplikasi servernya lumpuh maka akan berdampak pada layanan informasi secara keseluruhan.

- Network Down, semua sistem terintegrasi iGracias berjalan di atas jaringan infrastruktur terintegrasi, apabila sistem jaringanya down maka yang terjadi semua aktivitas dan layanan informasi bahkan komunikasi antar pengguna dapat terhenti.

Mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan, maka menjadi kajian tersendiri perlu dilakukannya identifikasi terkait dengan pemicu, upaya serta penanganan yang dilakukan ketika risiko tersebut terjadi.

Berdasarkan studi literatur dan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa pemicu terjadinya risiko database server down antara lain:
1. Overheat,
2. Overcapacity,
3. Overload,
4. Tingginya jumlah user dalam satu waktu,
5. Virus.

Database, application server dan network down biasanya paling sering terjadi pada waktu-waktu tertentu atau ketika memasuki kejadian tertentu seperti pada saat registrasi mata kuliah, registrasi geladi, input nilai, perwalian, penerimaan mahasiswa baru. Pada waktu-waktu tersebut tingginya jumlah user yang mengakses sistem pada waktu yang bersamaan sehingga beban kerja server dan jaringan semakin bertambah dan dapat memicu terjadinya server/jaringan down.

Penanganan yang memungkinan adalah dengan mengusulkan membangun sistem yang dapat menjaga availability dan performansi sistem jaringan maupun layanan informasi dengan membangun beberapa hal di bawah ini:
1. High Performance Computing.
2. Menambah atau memperbaharui sistem pendingin pada Data Center.
3. Sistem Jaringan cluster.
4. Membangun sistem server yang berisi aplikasi deteksi serangan (virus) yang terpisah dari sistem utama.























DAFTAR PUSTAKA

[1] M. Schumacher, E. Fernandez-Buglioni, D. Hybertson, F. Buschmann and P. Sommerlad, Security Patterns:Integrating Security and Systems Engineering, John Wiley & Sons Ltd, 2006.
[2] R. M. Wideman and P. Fellow, Project and Program Risk Management; A Guided to Managing Project and Opportunities, USA: Project Management Institute, 1992.
[3] "ISO 73:2009; Risk management Vocabulary Guidelines for use in standards," 13 November 2015. [Online]. Available: https://www.iso.org/obp/ui/#iso:std:iso:guide:73:ed-1:v1:en.
[4] "http://www2.mitre.org," [Online]. Available: http://www2.mitre.org/work/sepo/toolkits/risk/compliance/files/RiskP
rocessGuidelines.doc.






Jumat, 24 April 2020

IT Service Management


Muhammad Taufiq Rasyid
14118981
2KA04

Penjelasan Singkat dan Kesimpulan :

1. Service Transition 
memastikan bahwa persyaratan operasional sepenuhnya dipertimbangkan dan dipenuhi karena sebelum apa pun dipindahkan ke lingkungan hidup, termasuk dokumentasi dan pelatihan untuk pengguna dan staf pendukung. Transisi layanan juga bertanggung jawab untuk penonaktifan dan penghapusan layanan yang tidak lagi diperlukan.

2. Service Operation
Operasi layanan adalah fase siklus manajemen layanan TI yang bertanggung jawab atas kegiatan bisnis. Jika layanan tidak digunakan atau tidak disampaikan secara efisien dan efektif, mereka tidak akan memberikan nilai penuh, terlepas dari seberapa baik mereka dirancang. Ini adalah operasi layanan yang bertanggung jawab untuk memanfaatkan proses untuk memberikan layanan kepada pengguna dan pelanggan. 

3. Continual Service Improvement
Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perbaikan diidentifikasi dan diimplementasikan. Kinerja Penyedia layanan TI terus diukur dan perbaikan dilakukan untuk proses, layanan TI dan infrastruktur TI untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan efektivitas biaya.

4. Financial Management For IT Services
Untuk memastikan bahwa penggunaan optimal terbuat dari sumber daya keuangan organisasi dan hal ini dicapai sesuai dengan kerangka peraturan di mana penyedia layanan TI beroperasi.

5. Demand Management 
Untuk mengoptimalkan penggunaan kapasitas dengan bergerak beban kerja ke waktu dan sumber daya yang kurang dimanfaatkan. Dengan demikian, penggunaan yang lebih efisien adalah terbuat dari sumber daya karena pemanfaatannya dapat disamakan seiring waktu alih-alih harus melayani puncak atau palung dalam muatan.

KESIMPULAN SAYA :
Dari Penjelasan Singkat di atas kita bisa melihat bahwa kelima Point itu Merupakan proses manajemen dengan teknologi sebagai cara untuk meningkatkan dan mengembangkan perusahaan maupun organisasi dalam pelaksanaanya, ini juga untuk mencapai tujuan perusahaan/oraginasi dengan efektif dan efisien.

Senin, 30 Maret 2020

STANDAR INTERNASIONAL MANAJEMEN PELAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI NINJA EXPRESS

STANDAR INTERNASIONAL MANAJEMEN PELAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI NINJA EXPRESS



Nama : Muhammad Taufiq Rasyid
NPM : 14118981
Kelas : 2KA04
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi




Ninja Express merupakan perusahaan pengiriman barang yang menerapkan pengembangan teknologi sebagai sistem dasar. Jaringan ekstensif yang dimiliki oleh Ninja Express memfasilitasi layanan ekspres untuk pelanggan di seluruh Indonesia. Ninja Express melayani pengiriman di seluruh indonesia dan juga pelanggan e-commerce. Ninja Express menyediakan layanan penjemputan dengan kecepatan transmisi yang tinggi, pada saat yang sama juga mendukung pertumbuhan bisnis e-commerce dalam negeri. 



PENDAPAT SAYA :

Dalam konteks ini, Apa yang dilakukan Ninja express sudah sangat baik mengingat perusahaan ini berjalan dibidang jasa dan pasti membutuhkan standar internasional manajemen pelayanan teknologi informasi.

dengan adanya standar internasional manajemen pelayanan teknologi informasi dalam perusahaan jasa seperti ini pastinya sangat membantu dan mempermudah perusahaan maupun pelanggan. Service Operation, dimana perusahaan Mendeskripsikan secara detail dan jelas mengenai inti dari rangkaian proses manajemen, yaitu pengelolaan pelayanan itu sendiri pada tahap operasionalnya. Di sinilah para pelanggan internal maupun eksternal akan mendapatkan langsung manfaat dari keberadaan standar internasional manajemen pelayanan teknologi informasi. Service Strategy untuk Mengisyaratkan bahwa setiap organisasi semacam perusahaan ini harus memiliki sebuah Strategi Pelayanan yang menjadi panduan bagi setiap aktivitas yang terjadi dalam perimeter perusahaan.

dengan diterapkannya standar internasional manajemen pelayanan teknologi informasi ini diharapkan mampu mempermudah proses operasional perusahaan tersebut dan dapat  meningkatnya kepercayaan masyarakat dan juga pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan tersebut .















TERIMA KASIH.......

Rabu, 08 Januari 2020

Inovasi Tenkologi Informasi


Pengertian Inovasi Secara Umum

       Pengertian Inovasi adalah suatu proses dan/ atau hasil pengembangan pemanfaatan suatu produk/ sumber daya yang telah ada sebelumnya, sehingga memiliki nilai yang lebih berarti. Ada juga yang mengatakan arti inovasi adalah suatu pembaharuan terhadap berbagai sumber daya sehingga sumber daya tersebut mempunyai manfaat yang lebih bagi manusia. Proses inovasi sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan karena kedua hal tersebut dapat memudahkan dalam memproduksi sesuatu yang baru dan berbeda.

Pengertian Inovasi Menurut Para Ahli

      Agar kita lebih mengerti apa arti inovasi, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli. Berikut ini adalah pengertian inovasi menurut para ahli:

1. Everett M. Rogers
Menurut Everett M. Rogers, pengertian inovasi adalah suatu ide, gagasan, ojek, dan praktik yang dilandasi dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau pun kelompok tertentu untuk diaplikasikan atau pun diadopsi.

2. Kuniyoshi Urabe
Menurut Kuniyoshi Urabe, pengertian inovasi adalah segala hal yang dihasilkan melalui suatu proses yang panjang dan kumulatif, meliputi banyak proses pengambilan keputusan, mulai dari penemuan gagasan hingga ke implementasian nya di pasar.

3. Van de Ven, Andrew H.
Menurut Van de Ven, Andrew H., definisi inovasi adalah pengembangan dan implementasi gagasan-gagasan baru oleh orang dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan dengan berbagai aktivitas transaksi di dalam tatanan organisasi tertentu.

4. UU No. 19 Tahun 2002
Menurut UU No. 19 Tahun 2002, pengertian inovasi adalah suatu kegiatan penelitian, pengembangan, dan atau perekayasaan yang dilakukan untuk pengembangan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau pun cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah ada ke dalam produk atau pun proses produksinya.

Tujuan Inovasi

      Inovasi dilakukan karena ada tujuan tertentu yang ingin dicapai oleh manusia. Adapun tujuan inovasi adalah sebagai berikut;

1. Meningkatkan Kualitas
Secara umum, tujuan inovasi di berbagai bidang adalah untuk meningkatkan kualitas dan juga nilai sesuatu hal yang sudah ada, baik itu produk atau layanan. Dengan adanya inovasi terbaru, diharapkan produk-produk tersebut memiliki keunggulan dan manfaat yang lebih bernilai dari sebelumnya.

2. Mengurangi Biaya
Inovasi juga bertujuan untuk membantu mengurangi biaya, khususnya biaya tenaga kerja. Sebagai contoh, sekarang ini banyak diciptakan mesin atau peralatan yang dapat menggantikan tenaga manusia dalam proses produksi.

Dengan adanya mesin dan peralatan tersebut maka biaya tenaga kerja untuk produksi akan semakin berkurang. Selain itu, penggunaan mesin dan peralatan pada proses produksi barang/ jasa tertentu akan menghasilkan kinerja lebih baik.

3. Menciptakan Pasar Baru
Dengan adanya produk yang lebih bernilai tinggi sebagai hasil dari inovasi, maka hal ini akan menciptakan pasar baru di masyarakat.

4. Memperluas Jangkauan Produk
Salah satu contohnya dapat kita lihat dari bisnis e-commerce seperti saat ini. Para pengusaha memperluas jangkauan produk mereka dengan memanfaatkan internet yang dapat diakses lebih banyak calon konsumen potensial.

5. Mengganti Produk/ Layanan
Inovasi juga bertujuan untuk mengganti produk atau layanan yang dianggap kurang efektif/ efisien. Salah satunya dapat kita lihat inovasi yang terjadi pada mesin sepeda motor yang sekarang lebih hemat bensin.

6. Mengurangi Konsumsi Energi
Manusia selalu ingin menghemat penggunaan energi, itulah sebabnya ada banyak sekali inovasi yang dilakukan manusia. Salah satunya adalah adanya sumber energi terbarukan yang memanfaatkan alam, misalnya tenaga surya, angin, dan air, sebagai sumber energi listrik.


PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI

     Pengertian teknologi informasi secara umum ialah suatu studi perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer terutama pada aplikasi hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak komputer). Secara sederhana, pengertian teknologi informasi adalah fasilitas-fasilitas yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak dalam mendukung dan meningkatkan kualitas informasi untuk setiap lapisan masyarakat secara cepat dan berkualitas.
    
Fungsi Teknologi Informasi

Ada enam fungsi dari teknologi informasi, di antaranya sebagai berikut:
1. Menangkap (Capture) Menangkap disini dapat diartikan sebagai menginput. Misalnya, menerima inputan dari mic, keyboard, scanner, dan lain-lain. 

2. Mengolah (Processing) Mengolah atau memroses data masukkan yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan dan pemrosesan data dapat berupa mengkonversi, menganalisis, dan menghitung (kalkulasi). 

3. Menghasilkan (Generating) Menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna atau laporan yang dapat dimengerti oleh orang lain. Misalnya seperti, laporan, tabel, grafik, dan gambar. 

4. Menyimpan (Storage) Merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lain. Contohnya adalah menyimpan ke hard disk, flash disk, tape, dan lain-lain. 

5. Mencari Kembali (Retrival) Menelusuri dan mendapatkan kembali informasi atau menyalin data dan informasi yang sudah tersimpan. Misalnya mencari data penjualan yang sudah disimpan sebelumnya. 

6. Mentransmisi (Transmission) Mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan komputer. Misalkan dengan mengirimkan data penjualan dari user A ke user yang lainnya.

Contoh Inovasi Teknologi informasi
Contoh lainnya yang bisa menjadi kajian mendalam dalam bentuk inovasi adalah tentang teknologi, terutama tentang media sosial. Pada saat awal kemerdekaan Indonesia media sosial tidak berkembang dengan pesat seperti saat ini, akan tetapi berjalannya dengan globalisasi dan tingkat penemuan tinggi, akhirnya media sosial seperti facebook, blog, website, twietter, instragam, menjadi lahan untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial.

Demikianlah informasi mengenai pengertian teknologi informasi, tujuan, dan fungsinya. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua baik itu dalam membantu kegiatan kita sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan teknologi dan mendapatkan informasi.


Daftar Pustaka

Senin, 24 Juni 2019

Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

1.Teori  Mengenai Ilmu Pengetahuan
      
    Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode  yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari istemologepi.
Contoh:
  • Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja). Ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jarak matahari.
  • Ilmu Psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang konkret. Ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi cocok menjadi perawat.
 
 2. Teori Mengenai Ilmu Teknologi

     Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri. 
Sebagian beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru. Namun, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri.
    Dalam konsep pragmatis dengan kemungkina berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa ilmu pengetahuan (body of knowledge) dan teknologi sebagai suatu seni (state of art) yang mengandung pengertian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. “secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknologi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah metodi sistematis untuk mencapai setiap tujuan insani.” (Eugene Staley, 1970).
     Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengeubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Jacques Ellul dalam tulisannya berjudu “The Technological Society” (1964) tidak mengatakan teknologi tetapi teknik. Meskipun untuk mesin, teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya, melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Batasan ini bukan bentuk teoritis, melainkan perolehan dari aktivitas masing2 dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya.
     Fenomena teknik pada masyarakat terkini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
  2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
  3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
  4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
  5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling
    bergantung
  6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
  7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
       Teknologi yang berkembang dengan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya bidang teknik digambarkan sebagai berikut :
  1. Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi
  2. Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer
  3. Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.
    Alvin Tofler (1970) mengumpamakan teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah akselarator (alat pemercepat) yang dahsyat, dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualtiatif, maka kiat meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah, lebih-lebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi.

3. Teori Mengenai Kemiskinan
     
     Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dB. (Emi Salim, Kemiskinan merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa, sebagai inspirasi dasar dan perjuangan akan kemerdekaan bangsa, dan motivasi fundamental dari cita-cita menciptakan masyarakat adil dan makmur. Garis kemiskinan, yang menentukan batas minimum pendapatan yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal:
  1. Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan,
  2. Posisi manusia dalam lingkungan sekitar, dan
  3. Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi.
Atas dasar ukuran ini maka mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, keterampilan,
    dsb.;
  2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan
    kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal
    usaha:
  3. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat sekolah dasar
    karena harus membantu orang tua mencari tambahan penghasilan;
  4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas self employed),
    berusaha apa saja;
  5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai
    keterampilan.
Pola relasi dalam struktur sosial ekonomi ini dapat diuraikan sebagai berikut :
  • Pola relasi antara manusia (subjek) dengan sumber-sumber kemakmuran
    ekonomi seperti alat-alat produksi, fasilitas-fasilitas negara, perbankan,
    dan kekayaan sosial. Apakah ini dimiliki, disewa, bagi-hasil, gampang
    atau sulit bagi atau oleh subjek tersebut.
  • Pola relasi antara subjek dengan hasil produksi. Ini menyangkut masalah
    distribusi hasil, apakah memperoleh apa yang diperlukan sesuai dengan
    kelayakan derajat hidup manusiawi.
  • Pola relasi antara subjek atau komponen-komponen sosial-ekonomi dalam
    keseluruhan mata rantai kegiatan dengan bantuan sistem produksi.
    Dalam hal iniadalah mekanisme pasar, bagaimana posisi dan peranan
    manusia sebagai subjek dalam berfungsinya mekanisme tersebut.
 4. Teori Mengenai Pengetahuan Teknologi dan Nilai

      Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini besar perhatiannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan, yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penerapan ilmu pengetahuan khususnya teknologi sering kurang memperhatikan masalah nilai, moral atau segi-segi manusiawinya. Keadaan demikian tidak luput dari falsafah pembangunannya itu sendiri, dalam menentukan pilihan antara orientasi produksi dengan motif ekonomi yang kuat, dengan orientasi nilai yang menyangkut segi-segi kemanusiaan yang terkadang harus dibayar lebih mahal.
Ilmu dapatlah dipandang sebagai produk, sebagai proses, dan sebagai paradigma etika (Jujun S. Suriasumantri, 1984). Ilmu dipandang sebagai proses karena ilmu merupakan hasil darikegiatan sosial, yang berusaha memahami alam, manusia dan perilakunya baik secara individu atau kelompok. Apa yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan seperti sekarang ini, merupakan hasil penalaran (rasio) secara objektif. Ilmu sebagai produk artinya ilmu diperoleh dari hasil metode keilmuwan yang diakui secara umum dan universal sifatnya. Oleh karena itu ilmu dapat diuji kebenarannya, sehingga tidak mustahil suatu teori yang sudah mapan suatu saat dapat ditumbangkan oleh teori lain. Ilmu sebagai ilmu, karena ilmu selain universal, komunal, juga alat menyakinkan sekaligus dapat skeptis, tidak begitu saja mudah menerima kebenaran.
IImu adalah bukan tujuan tetapi sebagai alat atau sarana dalam rangka meningkatkan taraf hidup manusia. dengan memperhatikan dan mengutamakan kodrat dan martabat manusia serta menjaga kelestarian lingkungan alam.
Sikap ilmuwan dibagi menjadi dua golongan :
  1. Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi adalah bersifat netral
    terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun secara aksiologis, soal
    penggunaannya terserah kepada si ilmuwan itu sendiri, apakah digunakan
    untuk tujuan baik atau tujuan buruk. Golongan ini berasumsi bahwa
    kebenaran itu dijunjung tinggi sebagai nilai, sehingga nilai-nilai
    kemanusiaan Iainnya dikorbankan demi teknologi.
  2. Golongan yang menyatakan bahwa ilmu dan teknologi itu bersifat netral
    hanya dalam batas-batas metafisik keilmuwan, sedangkan dalam
    penggunaan dan penelitiannya harus berlandaskan pada asas-asas moral
    atau nilai-nilai. golongan ini berasumsi bahwa ilmuwan telah mengetahui
    ekses-ekses yang terjadi apabiia ilmu dan teknologi disaIahgunakan.
    Nampaknya iImuwan goiongan kedua yang patut kita masyarakatkan
    sikapnya sehingga ilmuwan terbebas dari kecenderungan “pelacuran”
    dibidang ilmu dan teknologi, dengan mengorbankan nilai-nilai
    kemanusiaan.
Upaya untuk menjinakkan teknologi diantaranya :
  1. Mempertimbangkan atau kalau perlu mengganti kriteria utama dalam
    menolak atau menerapkan suatu inovasi teknologi yang didasarkan pada
    keuntungan ekonomis atau sumbangannya kepada pertumbuhan ekonomi.
  2. Pada tingkat konsekuensi sosial, penerapan teknologi harus merupakan
    hasil kesepakatan ilmuan sosial dari berbagai disiplin ilmu.



Kamis, 18 April 2019

Manusia Dan Penderitaan

MANUSIA DAN PENDERITAAN
PENGERTIAN PENDERITAAN
   Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.

   Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis, penyembuhan nya terletak paa kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.

SIKSAAN
   Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.

   Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah lakupercaya bahwa suatu phobia adalah problem nya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
KEKALUTAN MENTAL
   Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah

Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang 3bersangkutan mengalami gangguan.

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial budaya.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif.
Positif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapai nya apa yang diinginkan.
Bentuk frustrasi antara lain :
1. Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hipertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2. Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitif atau ke kanak-kanakan
3. Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
4. Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif kepada orang lain.
5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6. Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain.
7. Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasi nya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.

Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. kota – kota besar
2. anak-anak muda usia
3. wanita
4. orang yang tidak beragama
5. orang yang terlalu mengejar materi

Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan

   Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain lain.
PENYEBAB MUNCULNYA PENDERITAAN
   Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia
Menurut pandangan saya, penderitaan ini muncul disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. contohnya pada hubungan dalam bermasyarakat, ada kalanya didalam bermasyarakat terdapat perbedaan pendapat yang dapat menimbulkan perselisihan diantara satu dengan yang lainnya, hal ini bisa saja mengakibatkan timbulnya rasa dengki, marah, bahkan saling menuduh atau menjelek-jelekan. dari sinilah penderitaan muncul karena perbuatan saling tidak menyukai tersebut. dalam hal ini, penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara batin karena terdapat rasa sakit hati apabila ada seseorang yang menjelek-jelekan bahkan rasa itu bisa saja semakin sakit apabila sudah terjadi pertengkaran yang membuat hubungan didalam masyarakat sudah tidak ada rasa nyaman dan aman. Selain karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan dengan alam juga dapat membawa penderitaan. contohnya apa yang sedang terjadi saat ini yaitu bencana alam terjadi dimana-mana. karena kesalahan manusia terhadap alam lah yang membuat alam menjadi tidak bersahabat lagi dengan manusia maka muncul lah penderitaan pada setiap orang yang terkena bencana alam. penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara fisik dan batin, karena mereka yang terkena bencana alam harus rela kehilangan harta benda bahkan keluarga mereka.
Penderitaan yang muncul karena suatu penyakit/siksaan
    Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimism dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia. Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan berikut ini : Seorang anak lelaki buta sejak diahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di universitas dan akhirnya memperoleh gelar doctor di Universitas Sourbone Perancis. Dia adalah Prof.Dr. Thaha Husen, guru besar Universitas di Kairo, Mesir.
HUBUNGAN MANUSIA DAN PENDERITAAN
   Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada isi jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan.

   Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.

   Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani.
Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlah. Manusia perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya.

   Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah, karena bila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka.

   Manusia didunia melakukan kenikmatan berlebihan akan membawa pada penderitaan dan rasa sakit. Muncul penyakit jasmani juga terkadang muncul dari penyakit rohani. Manusia mendapat penyiksaan di dunia agar kembali pada jalan Allah dan menyadari kesalahanya. Namun bila manusia tidak menyadari malah semakin menjauhkan diri maka akan membawa pada pederitaan di akhirat.

   Banyak yang salah kaprah dalam menyikapi penderitaan. Ada yang menganhap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan, kemudian rasa sakit, yang terkadang membuat manusia mengalami kekalutan mental. Apa bila manusia tidak mampu melewati proses tersebut dengan ketabahan, di akherat kelak dapat menggiring manusia pada penyiksaan yang pedih di dalam neraka. Adapun akan lebih jelas akan dibahas sebagai berikut.
SUMBER :

Review Jurnal Tentang Kecerdan Buatan(Sistem Pakar)

  REVIEW JURNAL   Judul : SISTEM PAKAR PENDETEKSI KERUSAKAN LAPTOP/PC DENGAN PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING MENGGUNAKAN BAHASA PEMROG...